Fatimah Al-Fihri: Pelopor Pendidikan di Zaman Keemasan Islam dan Pendiri Universitas Tertua di Dunia
Hatched by فايز
Nov 02, 2025
3 min read
7 views
Fatimah Al-Fihri: Pelopor Pendidikan di Zaman Keemasan Islam dan Pendiri Universitas Tertua di Dunia
Fatimah Al-Fihri adalah sosok yang tak hanya dikenal sebagai pendiri Universitas Al-Qarawiyyin, tetapi juga sebagai pelopor pendidikan yang meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah dunia. Lahir pada tahun 800 Masehi di Kairouan, Tunisia, Fatimah merupakan putri dari Abdullah Muhammad Al-Fihri, seorang pedagang kaya yang berhijrah ke Fes, Maroko. Dalam perjalanan hidupnya, Fatimah dan adiknya, Mariam Al-Fihri, memilih untuk menggunakan warisan yang mereka terima dari keluarga untuk kepentingan umat, bukan untuk kepentingan pribadi.
Setelah suaminya meninggal, Fatimah mewarisi harta yang melimpah. Namun, alih-alih menghabiskan warisan tersebut untuk kepentingan pribadi, ia dengan bijak memutuskan untuk mewakafkan hartanya demi pendidikan dan pembangunan masyarakat. Hal ini mencerminkan nilai-nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam tradisi Islam, di mana pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat dianggap sebagai bentuk amal yang paling mulia.
Universitas Al-Qarawiyyin, yang didirikan oleh Fatimah pada tahun 859 M, telah diakui sebagai universitas tertua di dunia. Keberadaan universitas ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di kalangan umat Muslim, tetapi juga menarik perhatian ilmuwan dari kalangan non-Muslim. Salah satu tokoh terkenal yang belajar di Al-Qarawiyyin adalah Paus Silvester II, yang menunjukkan bahwa institusi ini terbuka bagi semua kalangan, tanpa memandang latar belakang agama.
Universitas ini menjadi inspirasi bagi pendirian universitas-universitas di seluruh dunia, termasuk Universitas Az-Zaitunah di Tunisia, yang juga memiliki peran penting dalam pengembangan pengetahuan. Sebagai lembaga pendidikan, Al-Qarawiyyin tidak hanya dikenal karena kurikulumnya tetapi juga karena koleksi manuskrip dan buku langka yang dimilikinya. Perpustakaan universitas ini menyimpan lebih dari 4.000 buku langka, termasuk Al-Muwatta, kitab rujukan utama mazhab Maliki, yang ditulis oleh Imam Malik. Ini menjadikan Al-Qarawiyyin sebagai gudang pengetahuan yang berharga yang telah terpelihara selama berabad-abad.
Penghormatan terhadap pendidikan dan pengetahuan yang ditunjukkan oleh Fatimah Al-Fihri dan keluarganya mencerminkan pentingnya pendidikan dalam masyarakat. Di tengah tantangan dan ketidakpastian, pendidikan tetap menjadi kunci untuk membuka pintu kemajuan dan perubahan. Melihat perjalanan hidup Fatimah, kita dapat menarik pelajaran berharga yang relevan hingga saat ini.
Tiga Saran Tindakan untuk Mendorong Pendidikan dan Pengabdian:
-
Investasikan dalam Pendidikan: Seperti Fatimah yang mewakafkan hartanya untuk pendidikan, kita juga harus mempertimbangkan untuk mendukung program-program pendidikan lokal, baik secara finansial maupun dengan cara menjadi mentor bagi generasi muda.
-
Dorong Inklusi dalam Pendidikan: Sebagai masyarakat, penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, di mana semua orang, terlepas dari latar belakang agama atau budaya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
-
Lestarikan Warisan Pengetahuan: Kita perlu menghargai dan melestarikan warisan pengetahuan yang ada, baik melalui dokumen sejarah, manuskrip, maupun tradisi lisan. Mengadakan kegiatan literasi dan pengenalan terhadap sejarah pendidikan akan membantu generasi mendatang memahami pentingnya pengetahuan.
Dengan meneladani semangat Fatimah Al-Fihri dalam pengabdian kepada pendidikan, kita dapat berkontribusi pada kemajuan masyarakat dan menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi yang akan datang. Pendidikan adalah salah satu pilar terpenting dalam pembangunan peradaban, dan melalui upaya bersama, kita dapat menjaga api pengetahuan tetap menyala.
Sources
Hatch New Ideas with Glasp AI 🐣
Glasp AI allows you to hatch new ideas based on your curated content. Let's curate and create with Glasp AI :)
Start Hatching 🐣