Halo Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh apa kabar adik-adik semua mudah-mudahan semua dalam keadaan baik-baik saja ya baik adik-adik dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang teori apa sih teori kita sering sekali mendengar kata teori gitu ya nah sebenarnya apa sih teori dan bagaimana kedudukannya di dalam sebuah penelitian jadi teori itu merupakan impunan konsep konstruk definisi yang satu sama lain memiliki hubungan kausalitas
di mana hubungan tersebut mampu menjelaskan ataupun memprediksi sebuah fenomena kalau menurut Little Jones sih teori itu sebuah explanation atau sebuah penjelasan teori komunikasi itu dilihat atau dikelompokkan tergantung daripada kita mau studinya tentang apa jadi kalau studi komunikator teori-teorinya ada khusus tentang komunikator kalau kita studinya studi tentang pesan kita mau menganalisis pesan ada teori khusus yang membahas masalah pesan kalau
kita mau meneliti tentang media maka teorinya juga teori-teori tentang media kalau kita mau mendengar tentang halayak teorinya juga ada yang tentang halayak kalau studinya tentang studi efek maka teorinya juga teori efek gitu ya nah ini kelompok-kelompok teori kalau di kajian media ya nah selain teori kita juga sering mendengar kata model jadi kalau model itu merupakan representasi simbolik dari suatu benda proses ataupun ide kalau menurut Little Jones model itu
dua representasi kalau representasi berarti apa perwakilan gitu ya nah jadi sudah bisa ya membedakan antara teori dan model karena sebenarnya teori dan model ini memang berbeda gitu ya kita perlu tahu deh apa sih perbedaannya teori dan model gitu ya nah jadi dari sisi fungsinya kalau teori ini fungsinya menjelaskan atau explanation menggambarkan sedangkan model fungsinya menjelaskan dari explanationnya tadi menjelaskan dari teori gitu ya kalau teori fungsinya nih heuristik ya
jadi sudah memang sudah diteliti gitu ya oleh ahli berkali-kali jadi heuristik sudah pasti benarannya gitu ya kalau model fungsinya untuk mengidentifikasi ya kalau teori fungsinya mengorganisasi jadi supaya lebih apa orang itu memahami gitu ya jadi fungsinya juga memprediksi begini caranya nah model itu menjelaskan jadi mengorganisasi contoh nih ya ada sebuah teori namanya teori SOR teori SOR ini juga modelnya sama bentuknya S strip O strip R gitu ya nah
teori SOR ya definisinya gitu ya definisinya merupakan sebuah pesan atau stimulus ya S nya disampaikan kepada seseorang atau komunikan akan menghasilkan menghasilkan sebuah respon ya jadi kalau S disampaikan kepada O hasilnya akan R gitu ya nah R ini kan respon ya komunikan antara komunikan satu dengan komunikan yang lain ini kan berbeda-beda ya berbeda-beda gitu kan maka hasil responnya juga bisa berbeda-beda saya contohkan ya saya contohkan misalkan apa
yang ada di benak Anda tentang seseorang yang masuk penjara ya saya yakin ya Anda yang sedang mendengarkan ini pasti akan memberikan pendapat yang berbeda-beda ya tentang perasaan orang yang di penjara mungkin ya mungkin si A akan menjawab orang yang di penjara pasti perasaannya galau orang yang B kalau saya tanya mungkin dia akan menjawab orang yang di penjara pasti perasaannya tidak enak atau apa merasa susah hidupnya orang C saya tanya bisa jadi berbeda ya orang yang di
penjara bisa jadi senang karena dia makan gratis tidur gratis gitu ya nah dari tiga orang itu pendapatnya berbeda-beda ya jadi sebuah stimulus ketika saya sampaikan kepada orang lain ya akan mendapatkan respon yang berbeda-beda ya jadi stimulus organisme respon ya atau saya contohkan lain lagi ya contoh kedua misalkan ya saya mencubit Anda saya mencubit Anda kalau saya mencubit Anda apa yang akan apa respon Anda seperti apa ya mungkin untuk mahasiswa perempuan
karena saya cubit dengan tiba-tiba dia teriak mungkin ya mahasiswa kedua sama perempuannya ketika saya cubit itu ya dia diam saja tapi ya kalau pada mahasiswa laki-laki saya cubit bisa jadi karena refleks malah mukul itu kan beda-beda ya gitu jadi sebuah stimulus yang sama ketika disampaikan kepada organisme atau orang yang berbeda maka akan menimbulkan respon yang berbeda-beda itu teori ya nah bagaimana dengan modelnya modelnya itu tulisan s strip o strip
R SOR ya itu modelnya gitu ya jadi jelas ya bahwa model itu untuk memudahkan apa kita gitu ya untuk mengorganisasikan dari penjelasan ya penjelasan dari teori itu gitu ya nah peran teori apa sih di dalam penelitian ya jadi teori itu punya peran yang sangat penting di dalam penelitian yaitu untuk mengeneralisasi serangkaian usaha ya untuk menjelaskan sebuah fenomena secara sistematis jadi diharapkan kalau kita sudah paham teorinya ya sebuah teori
maka kita bisa memahami penjelasan sebuah fenomena itu Oh ini teorinya tentang ini jadi begini nih ceritanya gitu ya misal saya contohkan tentang sebuah teori gitu ya yang namanya dramaturgi nggak tahu saya Anda sudah pernah dengar atau belum nih teori dramaturgi jadi teori ini berbicara tentang seseorang ya seseorang itu dia punya panggung depan dan panggung belakang jadi ya ketika seseorang dia berhadapan dengan orang banyak biasanya dia tidak menampilkan
dirinya yang sesungguhnya itu disebut sebagai panggung depan ya tapi dia punya panggung belakang dimana dia tidak perlu berpura-pura tidak perlu jaim gitu ya dan itu dia lakukan hanya kepada orang-orang yang mengerti dia yang membuat dia nyaman sehingga dia akan jujur kepada orang itu itu itu teori Nah kalau Anda sudah paham teori itu maka Anda bisa memakai Oh iya betul ya banyak kok misalkan kita ambil contoh para pejabat yang mereka juga dramaturgi seolah-olah baik di depan
tapi di belakang kita nggak tahu artis-artis misalkan gitu ya di TV di apa di YouTube apa kok tempatnya seperti ini di belakang kita nggak tahu nah kita bisa meneliti itu dengan menggunakan teori dramaturgi jadi teori ini bisa menjelaskan sebuah fenomena secara sistematis jadi jelas ya fungsi teori di dalam penelitian yaitu sebagai penjelas sebagai prediksi dan sebagai kontrol jadi studi literatur itu merupakan kegiatan yang meliputi mencari
secara teratur melokalisasi dan menganalisis dokumen yang berhubungan dengan masalah yang akan kita teliti supaya apa supaya jelas supaya kita lebih mudah memprediksi supaya kita lebih mudah dalam mengontrol sebuah penelitian teori dalam tujuan penelitian ya jadi suatu penelitian itu kan punya tujuan ya tujuan tujuannya tergantung dari rumusan masalah kita gitu kan dari masalah yang kita temukan nah maka ya suatu penelitian itu punya tujuan
teori itu bisa diterapkan di dalam penelitian misalkan kita mau meneliti meneliti tentang sebuah pola komunikasi pola komunikasi antara apa pasien dan dokter di rumah sakit jiwa menur misalkan ini kan kita ingin mencari pola ya bagaimana pola komunikasinya antara pasien dan dokter gitu kan nah kita bisa menerapkan sebuah teori yang ada ya menerapkan jadi kita ada teori tentang pola komunikasi kita pakai disitu gitu ya itu menerapkan sebuah teori
fungsi teori bisa juga menguji suatu teori ya misalkan kita mau meneliti ya mau meneliti kemudian benar nggak sih gitu ya berlaku tidak sih teori ini ya kita uji ya dengan hipotesis nah biasanya ini untuk penelitian penelitian kuantitatif menguji teori ya bisa juga teori itu untuk membangun ya dalam penelitian itu untuk membangun teori baru misalkan sudah ada teori gitu ya tapi teorinya kayaknya nggak nggak apa ya udah nggak pas ya udah ketinggalan jaman gitu ya
nah maka kita bisa bikin apa penelitian lagi gitu ya kemudian kita bisa membangun teori yang baru gitu seperti misalkan saya contohkan saya pernah penelitian tentang aplikasi tinder gitu ya dengan menggunakan teori penetrasi sosial dalam teori penetrasi sosial dijelaskan bahwa sebuah hubungan ya antara satu orang dengan orang lain itu layaknya bawang tau bawang ya berambang gitu tahu ya oke bawang itu kan kalau dikupas ada lagi dikupas ada lagi dikupas ada terus gitu
sampai kecil itu ya sampai kecil jadi nggak jelas tunasnya dimana sampai benar-benar kecil nah dulu ya jadi hubungan manusia itu dianggap seperti bawang itu jadi kalau kita mau dekat sama orang itu perlu proses pendekatan dulu kenal dulu mengetahui hobinya mengetahui kesukaannya tahu rumahnya disuruhnya nanti kalau nyaman kita semakin dekat kemudian ketika dekat kita tahu lebih dalam tentang dia oh dia sukanya makan ini gitu ya nggak suka diginiin gitu ya semakin dekat
kita semakin tahu sampai akhirnya menjadi soulmate gitu ya tapi ternyata yang saya temukan ketika orang berkencan melalui sebuah aplikasi Tinder atau aplikasi apa ya dating yang lain ternyata tidak selambat itu sebuah hubungan karena dengan adanya social media sekarang ini bisa berlangsung sangat cepat kenalan ya jauh ya misalkan Anda tinggal di Surabaya Anda kenalan dengan orang misalkan mana misalkan orang Amerika gitu ya kemudian dari situ Anda chat dikasih social
medianya Facebooknya Instagramnya Twitternya Anda segera tahu Anda lacak gitu ya Anda stalking sehingga informasi-informasi tentang gebetan Anda itu Anda tahu prosesnya dibikin cepat tiba-tiba kenalan tiba-tiba tahu eh kemudian gebetan Anda mau datang ke Indonesia ketemu wah hubungan semakin dekat nikah lah itu cepat itu itu bukan hal yang mustahil sekarang dengan adanya social media jadi saya melihat bahwa rasanya perlu dibentuk lagi sebuah teori ya
tentang penetrasi sosial melalui social media ini karena hubungan tidak lagi berjalan lambat gitu ya jadi bisa menciptakan teori yang sepenuhnya baru tujuan teori bisa juga merumuskan teori baru yang berakar dari teori lama oh iya misalkan kita sudah punya ada teori baru tapi gak relevan atau bahasi tapi masih bisa sebenarnya prinsip-prinsipnya Nah kita bisa pakai lagi tapi dengan modifikasi-modifikasi gitu ya jadi pakai teori baru tapi akarnya tetap teori yang
lama seperti interaksi simbolik misalkan gitu ya kan asalnya dulu teori ini kuantitatif gitu ya tapi kemudian oleh peneliti-peneliti ah kayaknya gak cocok kalau kuantitatif masa interaksi manusia untuk memaknai sebuah simbol harus dihitung gitu ya harusnya kan tidak kalau teori interaksi untuk mengetahui makna atau simbol harusnya didapatkan dengan dengan ngobrol observasi wawancara gitu ya jadi tidak cocok kalau untuk kuantifikasi kuantitatif jadi cocoknya
untuk kualitatif Nah ini ya contoh teori interaksi simbolik ini adalah teori yang merumuskan teori baru yang berakar dari teori yang lama bisa juga ya tujuan daripada teori yaitu menambah atau mengurangi variabel atau elemen ini untuk penelitian kuantitatif ya jadi bisa dipakai untuk menambah atau mengurangi elemen oh kurang cocok tambah Oh dikurangi bisa ya atau bisa juga teori ini untuk membantah atau menyanggah teori yang lama itu ya itu teori dan tujuan penelitian
nah pertanyaannya adalah mengapa kita perlu teori di dalam sebuah penelitian suatu teori dapat membantu peneliti dalam hal merumuskan pertanyaan penelitian ya jadi dengan rumusan pertanyaan penelitian kita udah tahu oh ya kita akan pakai teori yang ini ya juga bisa membantu kita dalam merumuskan hipotesis ya atau dugaan sementara teori juga bisa menyusun kerangka pemikiran jadi memudahkan kita untuk menyusun kerangka pemikiran teori juga
bisa mengarahkan pemilihan atau penetapan variabel penelitian teori bisa menentukan kedalaman penelitian dan juga membangun atau merumuskan serta mengembangkan argumen jadi tujuannya yaitu untuk memperkuat fondasi penelitian ya nah kita ibaratkan ini ada sebuah bangunan gitu ya kalau kita lihat bangunan ini ya kerangka pemikiran itu adalah kerangka gedungnya gitu ya kalau gedungnya itu mau apa besar mau kecil mau apapun gitu ya tapi kalau landasannya
tidak kokoh maka dia akan hancur ya jadi teori seperti itu teori itu harus kuat makanya kita belajar teori komunikasi hari ini gitu ya untuk Anda lebih mudah memahami lebih mudah mengerti agar landasan teori Anda nanti kuat kalau landasan teori Anda kuat maka Anda penelitian lebih mudah karena sudah ada kerangka kerangka pemikiran tentang sebuah teori ya oke adik-adik jelas ya tadi tentang teori baik pertemuan kali ini saya pikir cukup minggu depan kita akan
membahas tentang teori interaksi simbolik ya silakan Anda baca-baca dulu ya untuk nanti kita diskusikan tentang teori interaksi simbolik terima kasih Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh